Thursday, May 25, 2017

Random

~
I think the biggest mistake I made when I got married is assuming that life was now about having two of everything. Having two cars to get around the city, ordering two plates whenever we went out to eat, or buying two of everything to make sure both of us were happy.
At a Majlis one day I heard a beautiful story of an elderly Arab couple who were so in love that they could only eat when they were together and from the same plate. They said it brought them closer, the husband would cut pieces of meat just the way his wife liked it, and the wife knew just the right amount of yogurt her husband liked on his rice. They didn't have to ask or say anything, both of them knew exactly what the other wanted. It was beautiful.
Since hearing that story my wife and I always eat from the same plate and only order one drink to share. What this taught us is the value of sharing in a relationship and how sharing brings two people closer together. When you share you learn about the other person, what they like or what they don't like. When you share you always have to consider the other person just as much as you consider yourself, and that is what love is all about.
Love is about giving a part of yourself to the other person, love is about always thinking about your partner's feelings when you make a decision, love is about agreeing together on one thing that makes you both happy, and you will practice all those things when you share who you are, what you want, and even what you eat with the person you want to spend the rest of your life with.
-Khalid Al-Ameri-
That's beautiful :)
Two of my major weaknesses were, driving and cooking. I really had no confidence in doing both, and that was few months ago. I would surrender driving in any situation, and I used to think that whatever I cooked tasted so bad.
But now. Hmm. I can drive. A manual car *clap clap* That was and still is, tough for me, but hey..I could drive alone from North to South! I was impressed by myself -hahahaha- I thought I would give up half way - but i thought, hey.. driving was not bad ey. And yeah... I survived.
And cooking - well, at least I can cook edible things. They tasted okay-okay la kot *hopefully*. 
P/S : Thank you for reminding me that 'Puasa ni syaiton kena ikat'. :) I drove safely. (But it was still scary and creepy)

Wednesday, May 24, 2017

Sedia

Kita hamba berdosa,
tetapi kita tetap mengharapkan keampunanNya.

Tanyalah hati,
di mana Allah di hati.
Jujurlah dengan diri.

Saya seringkali menekan hati dengan persoalan-persoalan yang saya sendiri sukar untuk menjawab.

Apakah saya mampu menjadi anak yang cukup solehah, cukup menenangkan hati ibu ayah sebagai qurratu a'yun?

Apakah saya bersedia untuk mendidik ummah?

Apakah saya bersedia untuk 'wakaf'kan diri kepada masyarakat dan negara?

Apakah saya bersedia untuk berkahwin, cukup solehah, taat dan setia tidak berbelah bagi kepada sang suami, tulus berkorban untuk anak-anak dan keluarga?

Apakah..dan apakah..

Tidak terjawab setiap soalan dengan mengenangkan usaha yang tidak mencukupi.

Maka, saya jawab setiap soalan dengan satu soalan lain.

Apakah saya cukup bersedia untuk mati..

Jika ya, mana bekalnya. Jika tidak, bagaimana hendak menghadap Allah nanti.

Bermulalah dari sekecil-kecil perkara untuk memperbaiki diri. Allah mencipta manusia dengan kebijaksanaan. Berusahalah sehabis baik untuk benar-benar menjadi khalifah yang terbaik, dan abid yang soleh. Allah akan bantu, insyaAllah Allah bantu.

Kebelakangan ini, beberapa kes kematian remaja disebut-sebut di seluruh Malaysia. Allahyarham Zulfarhan dan mendiang Nhaveen. Kematian mereka berdua benar-benar memberi kesan yang hebat kepada saya. Khususnya kematian Zulfarhan. Sampai tidak lena dibuatnya. Asyik terfikir, sampaikan saya bayangkan diri berada di tempat ibu bapanya.

Jika berlaku kepada keluarga saya, (atau anak saya?) insan tersayang, mahupun kawan-kawan, baik rapat ataupun tidak, apakah reaksi saya?

Jika tiada iman, boleh gila. Ujian yang terlalu berat buat yang masih hidup. 

Semoga Allah merahmati Allahyarham Zulfarhan atas ujian untuk dirinya di dunia, semoga syurga buatmu.

Dengan itu, berusahalah sehabis baik, untuk kebaikan ummah. Sehabis daya. Yang terbaik untuk anak bangsa. Guru pencorak generasi manusia, semoga dengan menjadi guru yang solehah, lahir anak murid yang baik agamanya, dan berakhlak mulia. Saya takut jika lahir dari kalangan anak murid saya yang bersifat zalim. Sungguh takut. Apa perasaan para guru dan pensyarah yang mengetahui bahawa anak muridnya pembunuh? (Saya merujuk kepada 5 siswa UPNM yang didakwa itu). 

Jadilah anak yang soleh solehah untuk ibu bapa. InsyaAllah, Allah bantu. Berusahalah untuk menjadi soleh solehah, agar dari dirimu, lahir keturunan yang soleh solehah juga, yang bukan sahaja menjadi penyejuk hati ibu bapa, malah juga permata negara. Solusinya tetap berbalik kepada diri sendiri, jadilah soleh solehah dahulu, barulah generasi kedua darimu akan mengikut jejakmu. 

Ustaz Pahrol berpesan, jangan tunggu kesempurnaan, kebaikan itu perlu dimulakan berkali-kali. Berusahalah menjadi soleh dan solehah walaupun kita sering membuat dosa. Bertaubatlah, dan terus suburkan hati dengan membuat kebaikan. Agar kebaikan lebih sebati dengan dirimu dan nafsu jahat itu lama-kelamaan akan terbunuh, kering, mati.

Semoga Allah terima amalan-amalan kita dalam bulan Ramadhan ini.

Untuk diriku, selamat berbakti untuk ummah :) 

Catatan Dendang Perantau,
23 Ramadhan 1438
Johor Darul Takzim

Tuesday, May 23, 2017

.


Image result for al-asr

Semoga Allah memberi ganjaran atas kesabaran.

Benarlah dunia ini sementara.
Lelahnya sekejap cuma.
Rehat yang lama hanyalah di syurga sana.

Dihadirkan keluarga yang sempurna,
sahabat yang sentiasa ada,
peneman yang setia.
Untuk itu,
terima kasih Allah.

'Treat everyone with politeness, even those who are rude to you,
- not because they are nice, 
but because you are.'